AKSI DEMO MAHASISWA IBM BEKASI KE GEDUNG DPRD


AKSI DEMO MAHASISWA IBM BEKASI KE GEDUNG DPRD

Mei 1998 titik awal reformasi. Gedung rakyat DPR RI diduduki para Mahasiswa yang berhasil menyudahi penguasa tirani. Dua puluh tiga tahun, Republik (baca; Indonesia) ini berada dalam euphoria demokrasi. Demokrasi yang arahnya masih seperti ‘perut ular’ berbelot-belot. Satu dasa warsa masa pemerintah yang saat ini juga masih menancapkan hujaman demokrasi ke kasta tingkat bawah.

Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (Aliansi BEM SI) menggelar Demo Mahasiswa besar-besaran pada Senin, 11 April 2022. Perwakilan BEM yang telh terkoordinasikan rencana awal akan difokuskan di Istana Negara Jakarta bergeser ke Kawasan Senayan Jakarta tepatnya di Gedung DPR RI, dengan tujuan untuk menyampaikan aspirasi dan memberikan peringatan kepada wakil rakyat terkait berbagai persoalan-persoalan ketimpangan, kesewenang-wenangan dan ketidakadilan yang ada di Republik ini.

Sejak tahun 1966, mahasiswa bergerak yang terkenal dengan Tuntutan TRIKORA (Bubarkan PKI dan ormas-ormasnya, Bersihkan Kabinet Dwikora dari unsur-unsur G30S/PKI., Turunkan harga barang atau perbaikan ekonomi) diserukan pada pemerintahan Presdien Soekarno.

Pun di tahun 1998 (21 Mei) tuntutan diserukan pada pemerintahan Presiden Soeharto, dengan Tuntutan 6 Agenda Reformasi yaitu Amendemen UUD, Pemberantasan KKN, Pencabutan Dwi Fungsi ABRI, Penegakan hukum, Penegakan hak asasi manusia dan demokrasi, penegakan kebebasan pers, dan Pemberian hak otonomi kepada daerah-daerah. Maka lengserlah Soeharto, kemudian kedudukannya digantikan oleh Presiden BJ Habibie.

Mahasiswa Pengawal Sejati Republik ini

Mahasiswa mengawal, mahasiswa melawan, mahasiswa menuntut dan mahasiswa menuntun yang menyimpang untuk meluruskan segala ketimpangan pemerintahan tirani.

Pengawal setia Republik ini adalah mahasiswa, ekspresi mengeluarkan pendapat sebuah kemestian. Hal ini dijelaskan sebagaimana bunyi pasal 28 ayat 3 UUD 1945; “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.” Sejak Indonesia merdeka di tahun 1945, melalui Konstitusi menegaskan kebebasan berekspresi dalam Pasal 28. Setiap orang berhak atas kebebasan berekspresi; hak ini termasuk kebebasan untuk mencari, menerima dan memberikan informasi dan ide/gagasan apapun, terlepas dari pembatasan-pembatasan, baik secara lisan, tulisan, cetakan, dalam bentuk karya seni atau melalui media lain sesuai dengan pilihannya.

Mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBM Bekasi) turut ambil bagian dalam mengawal persoalan-persoalan kebangsaan. Sejak awal, Muhammadiyah didirikan sebagai gerakan dakwah amar makruf nahi munkar. Maka Mahasiswa IBM Bekasi menjadi keniscayaan tampil melawan kesewenang-wenangan ini untuk menegakkan amar makruf dan mengingatkan yang melakukan nahi munkar.

Demo kali ini di pusatkan ke gedung DPRD Bekasi, Mahasiswa IBM Bekasi sebnayak 50 orang bergabung dengan mahasiswa dari kampus lainnya. Mahasiswa IBM Bekasi melakukan aksi murni menyuarakan rakyat.

Di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, aksi BEM SI di Gedung DPR RI (11 April 2022) dengan mengusung tagar #RakyatBangkitMelawan. 4 Tuntutan yang disuarakan dengan lantang di depan gedung rakyat tersebut yaitu, Pertama, Mendesak dan menuntut wakil rakyat agar mendengarkan dan menyampaikan aspirasi rakyat bukan aspirasi partai. Kedua, Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menjemput aspirasi rakyat sebagaimana aksi massa yang telah dilakukan dari berbagai daerah dari tanggal 28 Maret hingga 11 April 2022.

Ketiga, Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk tidak mengkhianati konstitusi negara dengan melakukan amandemen, bersikap tegas menolak penundaan pemilu 2024 atau masa jabatan 3 periode. Dan Keempat, Mendesak dan menuntut wakil rakyat untuk menyampaikan kajian disertai 18 tuntutan Mahasiswa kepada Presiden yang hingga saat ini belum terjawab.

Selain 4 tuntutan yang disuarakan, Mahasiswa IBM Bekasi dan lainnya  di Gedung DPRD Kota Bekasi menyuarakan isu lokal yaitu pemerataan Kesehatan, karena masih ada ketimpangan dalam pelayanan kesehatan dikantong-kantong yang sebenarnya sangat membutuhkan, semisal daerah Bantargebang. Persoalan lain adalah agar pemerintah segera mengusut tuntas mafia minyak goreng dan juga bahan pokok, yang kini harganya mencekik rakyat dan langka di pasaran, Rindu pada mahasiswa dan rakyat yang menggedor para wakil rakyat dan penguasa dari kelengahan mengawal kebijakan, regulasi dan penerapannya yang banyak merugikan rakyat. Aliansi BEM SI juga mengawal hal yang serupa. Namun yang terjadi dengan kawalan tersebut tidak mempan, akhirnya setelah sekian lama kian merajalela, maka mahasiswa dan rakyat melawan.

Di lain tempat, Kepala Lembaga Pembinaan Kemahasiswaan Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi, Indra Martian Permana saat ditemui di ruang kerjanya, menyampaikan bahwa semua elemen mahasiswa seluruh Indonesia bergerak menyuarakan ketidakadilan yang sedang terjadi di Negeri ini. Berikut petikan wawancara yang dapat disajikan.

  1. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Negeri ini sampai Pemilu harus ditunda?

Wacana penundaan Pemilu 2024 berarti menghilangkan makna demokrasi yang dilaksanakan melalui Pemilu, ini inkonstitusional, melanggar hukum yang berlaku. Dan ada upaya melanggengkan kekuasaan.

  1. Apa yang diinginkan penguasa sampai harus ada penundaan Pemilu 2024?

Yah.. singkatnya bagi-bagi kekuasaan. Karena jika tidak ada penundaan, kekuasaan akan terancam, tidak jadi bagi-baginya (Indra sambil tersenyum).

  1. Apakah ada kepentingan politik luar negeri dibalik penundaan Pemilu 2024?

Ada, dan itu merupakan hidden agenda (agenda tesembunyi), di beberapa informasi pihak luar negeri mana saja yang memiliki kepentingan dengan Indonesia sudah dapat terbaca arahnya.

  1. Mahasiswa terus bergerak sejak Maret 2022, namun luput di publikasikan di media, semua stasiun televisi tidak menyiarkannya, Mengapa hal ini di putus?

Tidak dipublis untuk menjaga citra, biasalah pencitraan bahwa negeri ini aman-aman saja. Sesungguhnya mahasiswa mengawal konstitusi dari masa ke masa, dari orde ke orde. Bila ada isyarat perubahan yang tidak berpihak pada kepentingan rakyat, Gerakan Mahasiswa mengawal bahkan melawan. Melawan karena adanya kedzaliman. Melawan kedzaliman merupakan jihad. Saya ungkapkan dalilnya;

Afdalul jihadi kalimatu ‘adli inda sulthaani jaairin: Jihad yang paling utama ialah mengatakan kebenaran (berkata yang baik) di hadapan penguasa zalim (HR. Abu Daud; 4344, Tirmidzi; 2174, Ibnu Majah; 4011, Al Hafizh Abu Thohir; Hadits Hasan)

  1. Apakah Anda melihat adanya pembungkaman aspirasi demokrasi saat ini, sehingga para Mahasiswa seakan dihipnotis untuk tidak melakukan pergerakan?

 Pergerakan mahasiswa beberapa kali dapat dihalau dengan ‘diplomasi perjamuan’ ala Istana untuk tidak turun ke jalan. Pertemuan “Kelompok Cipayung” melumpuhkan daya kritis mahasiswa dan rakyat ini. Dengan harapan mendukung kebijakan pemerintah yang ada (berkuasa) dan agar tidak bisa diutak-atik.

  1. Bagaimana kontribusi Mahasiswa IBM Bekasi dalam Aksi 11 April 2022 ini?

Mahasiswa sebagai roda kebenaran yang menyuarakan  kemurnian hati nurani, penyeimbang, generasi intelektual, memperkuat barisan untuk beramar makruf nahi munkar. Ini agenda rakyat merupakan gerakan massif dan perlu diperjuangkan. Maka Mahasiswa IBM Bekasi harus tampil melawan kesewenang-wenangan ini. Demo kali ini di pusatkan ke gedung DPRD Bekasi dengan mahasiswa dari kampus lainnya. Mahasiswa IBM Bekasi melakukan aksi murni menyuarakan rakyat. Saya berharap jangan sampai ada penyusup yang menunggangi dan akan memperkeruh suasana.

Selamat Berjuang, NKRI Harga Mati.

Taka ada gentar membela kebenaran.

Wallahu a’lam bish-shawab

#Salam Literasi: Indonesia_Berkarya!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *