HIMEPA GELAR SEMINAS EKONOMI PEMBANGUNAN


HIMEPA GELAR SEMINAS EKONOMI PEMBANGUNAN

Penulis: Iqbal Maulana (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan Semester IV IBM Bekasi)

Pergerakan ekonomi kian melamban di masa pandemi COVID-19. Belum usai penanganan COVID-19, tahun 2022 dikejutkan dengan hadirnya varian baru OMICRON. Perekonomian Indonesia terpuruk, adakah solusi pemulihannya kembali?

Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMEPA) Institut Bisnis Muhammadiyah (IBM) Bekasi menggelar Seminar Nasional (Seminas) Ekonomi Pembangunan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Pasca Pandemi Covid-19, Sabtu (12/2/2022) beberapa hari yang lalu melalui zoom meeting. Tema yang diusung ialah “Recovery and Guidance of Business Actors and Entrepreneurship Empowerment to Promote Economic Development.

Salah satu tujuan penyelenggaraan Seminas  yaitu memotivasi peserta untuk menambah wawasan tentang keadaan perekonomian dan UMKM Indonesia. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan terdiri dari mahasiswa prodi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, Teknik Informatika, Dosen, Kepala dan Staf Lembaga/Biro di lingkungan IBM Bekasi. Selain itu dihadiri oleh mahasiswa dan dosen dari kampus UM Malang, UM Jambi, STKIPM Bogor, UM Bogor, UNISMA Bekasi dan Univ. Bhayangkara.

Seminas dihadiri narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu Ir. Adiwarman Azwar Karim, S.E., MBA., MAEP. (Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia), Bagus Rachman, S.E., M.Ec. (Asisten Deputi Pengembangan dan Pembaruan Perkoperasian Kementerian Koperasi dan UKM RI), dan Ilham Nasa’i (Motivator Koperasi dan UKM).

Jalannya Seminas dikawal Moderator Rusmasari, S.E. (Alumni Prodi Ekonomi Pembangunan). Seminas diawali dengan pembukaan. Dilanjutkan dengan Pembacaan Ayat Suci Alqur’an yang dikumandangkan Abdul Wahid (Mahasiswa Prodi Ekonomi Islam) dengan saritilawah Ahmad Zaini Dahlan (Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan). Untuk memberikan semangat kepada peserta, dikumandangkan lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah.

Rangkaian agenda berikutnya sambutan Ketua HIMEPA (Enda Purnamasari), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (Epen Supendi, SIP.) tentang Strategis Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dalam Mencetak Wirausaha Muda di Masa Pandemi. Dan Rektor IBM Bekasi (Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd.) menyampaikan Kebijakan IBM Bekasi dalam Peningkatan Kewiraushaan Mahasiswa yang Unggul dan Memiliki Peran Aktif pada Ekonomi Pembangunan.

Enda Purnamasari, menyampaikan apresiasi kepada segenap narasumber yang telah menyempatkan waktu dan akan berbagi ilmu, wawasan dan pengalaman. Juga kepada sivitas akdemika, dosen, mahasiswa, para undangan dari berbagai perguruan tinggi yang telah bergabung di zoom meeting. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh komponen yang telah hadir, tak lupa kepada Panitia yang telah bekerja keras, cerdas dan penuh semangat menyelenggarkan kegiatan ini, sukses untuk kita semua” ungkap Enda.

Sementara itu, Dekan FEB menjelaskan 5 peran penting yang harus di kembangkan dalam pemulihan ekonomi di pasca Pandemi yaitu 1.Melakukan belanja besar-besaran guna meredam kontraksi ekonomi akibat pandemi Covid-19 ini dengan mematuh protokol kesehatan 2.Pemerintah harus membentuk komite penanganan Covid-19 dan pemulihan Ekonomi Nasional 3.Pemerintah harus memberi bantuan kredit berbunga rendah dan menyiapkan berbagai program agar UMKM bergeliat kembali  4.Pemerintah harus  menempatkan dana di perbankan guna memutar roda ekonomi 5. Pemerintah harus melakukan penjaminan kredit modal untuk koperasi.

 Sedangkan Rektor IBM Bekasi menyampaikan tantangan UMKM di masa Pandemi. “Tidak ada alasan untuk terpuruk, bangkitnya ekonomi syariah di tahun 2022, bagi kita sebagai umat muslim, Alqur’an sebagai pijakan untuk terus bersemangat dengan mentalitas jihad dari setiap permasalahan yang dihadapi, insya Allah akan ada solusinya bagi yang tidak putus asa” tandas Jaenudin.

Memasuki pada sesi paparan narasumber, Motivator Lembaga Koperasi dan UKM, Ilham Nasa’i, menjelaskan bagaimanan Pengembangan dan  Strategis Koperasi dan UMKM di masa Pandemi dan Pasca Pandemi dan ini banyak masalah yang muncul tetapi pasti ada titik balik di pasca pandemi ini yang mengajari kita untuk jadi lebih baik lagi kedepannya

Ilham lebih lanjut menjelaskan bagaimana krisis-krisis yang terjadi di Indonesia bahkan dunia, Koperasi dan UMKM menjadi penyelamat kondisi yang terpuruk. Namun di pandemi kali ini jadi membatasi gerak aktivitas bagi UMKM atau perusahaan besar.

Adanya Pandemi menimbulkan krisis ekonomi seperti lemahnya daya beli, kesulitan keuangan, keterbatasan modal, persaingan ketat bagi para UMKM dan lemahnya daya tawar akses terhadap bahan baku terendah.

“Koperasi syariah itu lebih memiliki prinsip, tujuan, dan kegiatan usahanya dalam  meningkatkan kesejahteraan anggota, Koperasi yang berada di daerah yaitu Koperasi Unit Desa (KUD), Koperasi Konsumsi dan lainnya, Lembaga koperasi memberikan penyelamatan dan berkontribusi bagi ekonomi” tandas Ilham.

Dalam prespektif Lembaga Koperasi, sebenarnya pemulihan ekonomi di masa pandemi dan pasca pandemi dapat dilakukan dengan pengembangan koperasi modern seperti Genuine Co-ops (koperasi berjati diri) , Cluster, Koperasi Premium Products ini menjadi trend dan sudah bersertifikat halal. Semisal, di Korea dan China  telah meningkatakan kapasitas koperasi pertanian di asia tenggara dengan (bantuan bibit), Kop Competitive and value added (berdaya saing),Sustainable-Coops, Community weath

Sementara di sesi lainnya, Bagus Rachman, S.E., M.Ec. menjelaskan tentang Statistik Koperasi UMKM didalam koperasi. Kontribusi koperasi terhadap PDB nasional sekitar 6,20%, jumlah asset sebesar 221 milyar. Kemudian Ia menjelaskan indikator-indikator strategis KUMKM terkait dengan kontribusi terhadap PDB ini terdiri dari Kontribusi Ekspor UMKM, Start Up Berbasis Koperasi, Koperasi Modern Berbasis Digital, UMKM Naik Kelas, Rasio Kewirausahaan.

Namun demikian, sektor usaha yang terpuruk pasca pandemi yaitu, hotel, kendaraan, BBM, bioskop, mall, toko elektronik dan industri. Sedangkan sektor yang tumbuh yaitu material dan energi, telekomunikasi, dan finansial.

Ketika perekonomian Indonesia terpuruk, beberapa strategi dilakukan Pemerintah dalam  pemulihannya yang dirancang dalam the Four Megashitft Consumer Behavior in COVID-19, strategi KUMKM dalam masa pasca Pandemi Covid 19 terdiri yaitu 1).Promosi Lewat Online; 20. Memberikan layanan layanan Delivery Order; 3).Meningkatkan inovasi produk yang sesuai trend; dan 4). Memanfaatkan e-commerce dan fitur-fiturnya.

Kemenkop UKM siapkan 5 langkah Kebijakan atasi masalah UMKM di masa (yang terpuruk) di tengah pandemi. Memprioritaskan kebijakan bagi sektor UMKM dalam pembangunan ekonomi nasional. Pertama, mendorong 98 persen pelaku usaha mikro dan ultra mikro untuk masuk ke dalam kelompok miskin baru. Kedua, penundaan cicilan dan bunganya hingga 6 bulan, karena sebagian besar UMKM mengalami masalah keuangan. Ketiga, pembiayaan UMKM dan koperasi melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).Keempat adalah mendorong agar belanja pemerintah diprioritaskan bagi produk UMKM. Dan Kelima, UMKM harus berinovasi dan beradaptasi dengan market baru.

Dalam paparannya, Bagus Rachman mengungkapkan Strategi Transformasi kerwirausahaan, UMKM dan Koperasi. “Sesuai dengan PP No 7 tahun 2013 bagian kelima yang dinama difokuskan ke kelautan, perdagangan, angkutan perairan perlabuhan, pertanian, kehutanan dan koperasi menjadi objek pertama” tandasnya.

Pada sesi terakhir, Komisaris Utama BSI, dalam paparan yang singkat, padat dan penuh makna, menyampaikan hal yang sangat urgent dalam menjalankan perekonomian Islam utamanya di bidang perbankan. “Jangan pernah ada riba dalam mengelola bank syariah, keberkahan tidak akan ada disana, bila riba di jalankan” tegasnya.

Selain itu, Ia menyampaikan bahwa konsep bank syariah telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW, utamanya pertama, memberikan rasa nyaman kepada konsumen, sehingga mereka seperti di rumah atau di tempatnya sendiri dalam melakukan bisnis. Kedua, memberikan nilai tambah, ketika menjalankan transaksi dengan yang bermanfaat, memberikan keberkahan dan kelebihan tapi bukan gratifikasi (suap). Dan Ketiga, usaha yang dijalankan karena Allah SWT. Ada pesan untuk para mahasiswa, bahwa wirausaha muda sebagai penerus perekonomian syari’ adalah membantu negeri ini menuju kemajuan ekonomi berdasarkan konsep Rasulullah SAW.

Generasi muda, khusunya Mahasiswa IBM merupakan usia produktif (bonus demografi) yang menjadi tulang punggung bangsa, akan menjadi pemimpin, memiliki pemikiran baik dan strategi membangun Indonesia dari berbagai isi. Indonesia butuh sumber daya manusia yang membangun. Kondisi pandemi bukanlah hal yang harus terpuruk, dibalik semua itu ada pelajaran berharga yaitu ketahanmalangan dalam menghadapi setiap permasalahan, solusi bangkit dan membangun masa depan merupakan hal yang terbaik. [***]

Wallahu a’lam bish-Shawabi.

Editor: Yoni Haris Setiawan

Dok.Foto: Crew IBMTV Bekasi

 

Comments (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *