MAHASISWA SAMBUT PERKULIAHAN TATAP MUKA TERBATAS


MAHASISWA SAMBUT PERKULIAHAN TATAP MUKA TERBATAS

Penulis & Dokumentasi : Yoni Haris Setiawan
(Mahasiswa Prodi Ekonomi Pembangunan IBM Bekasi)

Berbagai usulan untuk membuka perkuliahan tatap muka masih menjadi pertimbangan untung rugi dari aspek kesehatan. Kesehatan hal yang terpenting dari segalanya. Saat ini sejumlah kampus telah mempersiapkan penerapan proses kuliah tatap muka. Kematangan kebijakan diinternal kampus itu sendiri menjadi prioritas, antisipasi hal yang akan terjadi patut diperhitungkan. Kampus untuk menerapkan dan menjalankannya mesti memenuhi syarat-syarat atau kriteria pelaksanaan kuliah tatap muka terbatas di Perguruan Tinggi.

Indonesia setelah PSBB, New Normal atau Adaptasi Kehidupan Baru dan berbagai istilah sesuai dengan kebijakan daerah, kemudian dilanjutkan dengan jalan panjang PPKM level 1, 2, 3, 4  yang pelaksanaannya dari  21 Juli hingga 2 Agustus 2021 dan diperpanjang kembali hingga Oktober 2021, bahkan PPKM Darurat adalah sebuah peraturan mengenai pembatasan kegiatan masyarakat yang diberlakukan oleh pemerintah kepada seluruh masyarakat Indonesia. Peraturan ini muncul sejak adanya pandemi Covid-19.

Dengan kondisi ini, semua sektor terpuruk, terbatas, dan sempit bergerak. Utamanya sektor esensial baik itu pendidikan, perekonomian dan komunikasi–informasi–teknologi serta interaksi sosial. Pada sektor pendidikan banyak yang gulung tikar, tutup karena tidak mendapatkan peserta didik untuk mendaftar belajar, pun pada sektor perekonomian banyak yang gulung tikar, tutup karena tidak mendapatkan bahan baku untuk produksi dan modal untuk menggaji karyawan. Namun demikian pada sektor komunikasi–informasi–teknologi masih dapat dipertahankan dan menjalankan aktifitas dibidangnya, karena pola pembelajaran didunia pendidikan menggunakan media komunikasi–informasi–teknologi. Strategi yang dibangun ialah pendidikan jarak jauh (PJJ) berbasis online.

Sektor pendidikan terselamatkan, peserta didik didalamnya termasuk mahasiswa tetap melakukan pembelajaran melalui online walaupun masih banyak kendala-kendala. Dalam hal penerapan perkuliahan tatap muka terbatas, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim mengatakan, sejumlah perguruan tinggi di wilayah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-3 sudah dapat menggelar pembelajaran atau kuliah tatap muka terbatas. Pelaksanaan PTM terbatas di perguruan tinggi harus menerapkan protokol kesehatan ketat sesuai Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri atau SKB 4 Menteri.

Aturan Kuliah Tatap Muka Terbatas Berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 03/KB/2021, Nomor 384 Tahun 2021, Nomor HK.01.08/MENKES/4242/2021, dan Nomor 440-717 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), bahwa pembelajaran di perguruan tinggi mulai semester gasal tahun akademik 2021/2022 diselenggarakan dengan pembelajaran tatap muka terbatas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, dan/atau pembelajaran daring. Dalam penyelenggaraan pembelajaran, perguruan tinggi harus tetap memprioritaskan kesehatan dan keselamatan warga kampus (mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan) serta masyarakat sekitarnya.

Selain itu SKB 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi COVID-19 di antaranya mengatur vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan, serta kebijakan pembelajaran di masa pandemi COVID-19. Sedangkan Kemendikbudristek melalui Ditjen Dikti Ristek mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2021 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022. Perguruan tinggi wajib menerapkan protokol kesehatan ketat juga harus tetap menyediakan pembelajaran daring. Hal yang terpenting adalah dalam tahapan persiapan, pelaksanaan, dan pemantauan perkuliahan tatap muka terbatas.

IBM Bekasi Menapaki Babak Baru

Sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh pemerintah, bahwa pelaksanaan perkuliahan tatap muka terbatas hanya diperbolehkan 50% dari jumlah mahasiswa keseluruhan. Sistem silang (crosscheck) tetap dilaksanakan dengan kapasitas 50% online dan 50% offline.

Saat ini semua pendidikan tinggi sedang menjalankan perkuliahan terbatas dengan sistem tersebut. Pun demikian dengan IBM Bekasi. Sistem yang dijalankan IBM yaitu kuliah tatap muka dengan pengaturan sebagai berikut, minggu kedua Fakultas Teknik Komunikasi (FTK) untuk Prodi Ilmu Komunikasi dan Teknik Informatika dihadiri mahasiswa dari semester 1, 3, 5, 7. Sedangkan perkuliahan tatap muka minggu ketiga Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) untuk Prodi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Islam, dan Ekonomi Pembangunan dari semester 1, 3, 5, 7.

Ketua Prodi sekaligus Dosen Prodi Ekonomi Pembangunan, Teguh Santosa saat ditemui dalam perkuliahan perdana tatap muka dengan mata kuliah yang diampu Ekonomi Regional yang diikuti mahasiswa kelas malam terdiri dari Muhammad Qeis Al Farisi, Ahmad Zaini Dahlan, Amanda Nur Amalia Putri, Enda Purnama Sari, dan Eka Wachyuni. Ia mengemukakan bahwa perkuliahan online telah dilakukan sebanyak dua pertemuan pada semester ini, pada pertemuan ketiga diberlakukan sistem offline dengan mempertimbangkan beberapa hal selama pandemi Covid-19 yang belum melandai. “Mari kita sambut baik perkuliahan offline, gunakan kesempatan ini dengan semangat, serius dan berkualitas, tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan” ajaknya

Ketua Prodi EP sedang menyampaikan matkul Ekonomi Regional

Pada sesi kedua dengan mata kuliah Al-Islam dan Kemuhammadiyahan 3 yang disampaikan Wahidin Musta’in Billah dengan topik Dakwah Islam Di Nusantara dan Asal Usul Muhammadiyah membahas tentang periodesasi dakwah Nabi Muhammad SAW, Munculnya  teori-teori masuknya Islam ke Indonesia sampai pada proses berdirinya Muhammadiyah pada 8 Zulhijjah 1330 H/18 November 1912 M di Jokyakarta (ejaan lama).

 “Salah satu ide dasar Dahlan mendirikan Muhammadiyah ialah peranan umat Islam telah rusak dan hilang di berbagai bidang maka perlunya pembaruan, selain itu memurnikan kembali ajaran Islam yang selama ini masyarakat banyak menjalankan tahayul, khurafat, bid’ah dan syirik” papar Wahidin.

Wahidin Billah Dosen AIK 3 bersama Mahasiswa EP

Sementara pada Prodi Manajemen di kelas pagi, Eva Fauziana dosen pengampu mata kuliah Teori Organisasi yang diikuti mahasiswa disesi pertama  sebanyak 34 orang dan sesi kedua 23 orang. Eva mengajak mahasiswa untuk berdiskusi dan mempresentasikan topik “Membangun Produktifitas Teamwork.” Dalam sebuah organisasi sering terjadi tim tidak berfungsi dan produktif, gejala ini akan berdampak buruk terhadap jalannya roda organisasi.

Ibu Eva Fauziana sedang mengawal diskusi dan presentasi

Topik yang dibahas cukup alot dan mendapat sorotan yang serius dari para mahasiswa. Dinamika kelompok menjadi mencair dan memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang beragam. Intinya dengan dampak yang ditimbulkan dari tim yang tidak berfungsi dan produktif, mindset of change mahasiswa akan mengetahui langkah-langkah yang mesti diambil dalam menentukan kebijakan dan sikap yang elegan sehingga tidak menimbulkan konflik internal dan personal. Dalam situasi dan kondisi di hari yang buruk sekalipun, bersikap positif dan menerapkan SOP organisasi menjadi hal terpenting.

Mahasiswa IBM Bekasi selain kuliah juga bekerja diberbagai perusahaan dengan bidang profesi masing-masing yang digelutinya. Eva menyemangati para mahasiswa agar terbangun mentalitas pejuang dan pekerja yang bijaksana. “Membangun organisasi adalah membangun dan mengembangkan orang-orang. Bersikap positif, komunikatif serta fokus pada target perusahaan, akan membawa organisasi berkembang dan membentuk tim yang produktif dan bahagia” harapan Eva.

Perkuliahan tatap muka terbatas di tengah pandemi Covid-19 yang masih menjadi perhatian penting merupakan babak baru peran produktifitas dan dinamisasi IBM Bekasi dalam mengorganisasi, mengakomodasi, melayani, membenahi, dan menjalankan Catur Dharma sehingga para mahasiswa akan termotivasi, bersinergi dan terjaga imunitasnya. Lebih dari itu melangkah ke depan dengan menumbuhkan spirit ber-Muhammadiyah baik untuk individunya maupun dilingkungan masyarakat. (*yhs_­21)

Wallahu a’lam bishawab.

Bapak Fadli dosen Prodi Manajemen
Suasana Diskusi di Kelas
Bapak Epen Supendi sedang menyampaikan matkul AIK

Comments (3)

  • Eve Reply

    Mantab ❤️

    October 13, 2021 at 10:04 am
  • jaenudin Reply

    Sip

    October 14, 2021 at 3:47 am
  • Sonny Abriantoro Reply

    Mantapu

    October 14, 2021 at 7:00 am

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *