(021) 8269 3450
Kereen! Perpustakaan Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat Sambut Program Akreditasi (1)

Kereen! Perpustakaan Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat Sambut Program Akreditasi (1)

Kereen! Perpustakaan Perguruan Tinggi Se-Jawa Barat Sambut Program Akreditasi (1)

Penulis: Yoni Haris Setiawan

(UPT Perpustakaan dan Publikasi Digital IBM Bekasi)




IBMB News- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) menggelar Bimbingan Teknis (BIMTEK) Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Wilayah Kerja Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah  Jawa Barat (Senin-Rabu, 1-3/7/2024) yang bertempat di  The Mirah Hotel Bogor, Jawa Barat.

 

Pada Pembukaan BIMTEK ini turut hadir Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Bogor (Rudiyana), Plt. Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi (Supriyanto), Wakil Ketua Umum I Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (Tiko Dhafin Rizky). BIMTEK dibuka langsung Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan (Adin Bondar) melalui zoom.

 

Adin Bondar dalam sambutannya menyampaikan bahwa peran perpustakaan saat ini sangat strategi seiring dengan perkembangan teknologi digital. Teknologi digital merujuk pada penggunaan teknologi komputer dan elektronik untuk memproses, menyimpan, dan mentransmisikan informasi secara digital. Beberapa jenis teknologi digital yang sering dipakai untuk melakukan transformasi bisnis adalah artificial intelligence (AI), cloud computing, Internet of Things (IoT), blockchain, dan big data.


"Melakukan transformasi perpustakaan menjadi ruang terbuka, tidak terbatas dengan sekat-sekat dinding-dinding, android ada dalam genggaman, pustakawan dapat memanfaatkan era digitalilasi untuk mempublikasikan kegiatan-kegiatan perpustakaan” harapan Adin.


Peserta yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Pengelola Perpustakaan Sekolah Tinggi yaitu, STIT Hidayatunnajah, STIE Miftahul Huda, STIU Wadi Mubarak Bogor, STAI Al Hamidiyah Jakarta, STAI Al-Azhary Cianjur, STIKES Permata Nusantara, STAI Bhakti Persada Bandung, STT Cipanas, Sekolah Vokasi IPB, STIKOM Er Rahma, STAI Al-Hidayah Bogor, STAI Yapata Al-Jawani Bandung, STIKES Bogor Husada, STBA JIA Bekasi, STIT Insan Kamil Bogor, dan STIKES Pelita Ilmu Depok.

 

Sedangkan dari unsur Universitas terdiri dari Universitas Nusa Bangsa, Univ. Kristen Maranatha, Universitas Djuanda, Universitas Islam Asy-Syafiiyah, Universitas Bina Sarana Informatika, Unversitas Sangga Buana, Universitas Insan Cendekia Mandiri, Universitas Bale Bandung, Universitas Binaniaga Indonesia, Universitas Surya Kencana Cianjur, Universitas Pakuan, Universitas Internasional Jakarta, UNISAL.

 

Adapun dari lingkungan Institut dan Akademi yakni, Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi, Institut Teknologi Sains Bandung, IBI Kesatuan, IAI Sahid Bogor. AKBID Bandung YCP Bogor, Akademi Farmasi Bumsil, AMIK Citra Buana Indonesia, AKPER Kebonjati Bandung, AKBID PHB Bogor, POLTEKKES Tasikmalaya, Politkenik Al-Islam Bandung, Politeknik AKA Bogor, PEP Bandung, Mahad Aisyah binti Abu Bakar, Poltek STT Bandung, Poltekkes Jakarta III, PTDI-STTD, dan Polgefa “ACP”.



Pada sesi 1 di hari pertama  (Senin, 1/7/2024) paparan panel, Supriyanto dengan materi  Strategi Pembinaan Perpustakaan Perguruan Tinggi. Ia menjelaskan bahwa kendala dalam pegelolaan yaitu Perpustakaan belum memiliki kontribusi yang signifikan dalam pengukuruan kinerja Lembaga induknya; Kepala Perpustakaan masih dijabat oleh non-pustakawan; Tenaga Perpustakaan minim memiliki latar Pendidikan di bidang Perpustakaan atau menjadi pustakawan; Minimnya anggaran pengelolaan  perpustakaan dibanding anggaran Lembaga induk;  Belum diakomodir formasi Pustakawan Ahli Utama pada perpustakaan di Lingkungan Kemendikbudristek.


"Ini sangat penting, Kita membangun dan memberdayakan SDM non pustakawan melalui pendidikan dan pelatihan yang bersertifikat guna membantu pustakawan, sehingga pengelolaan manajemen menjadi kreatif, inovatif, edukatif dan inspiratif” tandas Supriyanto.




Sementara itu, Tiko Dhafin Rizky, Strategi dan Program FPPTI dalam Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Indonesia mengungkapkan tentang  selayang pandang FPPTI. Bahwa FPPTI  berdiri pada 12 Oktober 2000, Anggota FPPTI adalah Perpustakaan PTN dan PTS di bawah Kemendikbudristek, Kemenag, dan Kemenkes.

 

Visi FPPTI  yaitu Menjadi wadah kerja sama perpustakaan perguruan tinggi yang berkarakter, unggul, berintegritas, terpercaya, dan mempunyai reputasi di tingkat nasional, regional, dan internasional. Jaringan FPPTI WILAYAH/Daerah ada 29 Wilayah FPPTI di Indonesia

 

Tiko memaparkan Perubahan Konsep Perpustakaan, menurutnya bahwa awalnya perpustakaan merupakan pusat informasi yang menyediakan buku, jurnal dan lokal konten, sudah saatnya Perpustakaan beralih menjadi pusat pembelajaran atau Learning Commons. Pemustaka datang setiap hari ke ruang perpustkaan, kini Pemustaka dapat mengunjungi perpustakaan dimanapun dan kapanpun dia berada “the Library comes to you”. Perpustakaan wajib untuk melakukan inovasi dalam memberikan layanannya. FPPTI memiliki jargon BERJEJARING–SALING BERBAGI– SALING PEDULI, NETWORKING-SHARING–CARING



Pada sesi 2 dengan mengundang narasumber Monalisa Silvia Maretta (Ketua Kelompok Kerja Pengembangan Perpustakaan Perguruan Tinggi). Monalisa menyatakan bahwa manfaat akreditasi yaitu sebagai sarana untuk mengukur keberhasilan perpustakaan; meningkatkan kepercayaan masyarakat (trust) terhadap layanan perpustakaan sebagai upaya untuk menjamin konsistensi; penyelenggaraan perpustakaan; perpustakaan yang terakreditasi “sangat baik” akan menjadi rujukan pengembangan perpustakaan menjadi syarat meningkatkan status kelembagaan perpustakaan; menghimpun informasi sebagai umpan balik bagi peningkatan kualitas perpustakaan.

 

Saat ini masih banyak perpustakaan yang belum terotomasi, siap akreditasi dengan menyicil dari sekarang, agar nanti dapat mempermudah dan mempercepat  pelaksanaan akreditasi dengan memenuhi 9 komponen, siapkan dokumentasi dalam setiap kegiatan” tukas Silvia.

 

#Salam Literasi, Indonesia Berkarya!

Share This

Comments