Program Studi Akuntansi – IBM Bekasi Menggelar Seminar Nasional “Tantangan dan Peluang Perpajakan di Masa Covid-19”


Program Studi Akuntansi – IBM Bekasi Menggelar Seminar Nasional “Tantangan dan Peluang Perpajakan di Masa Covid-19”

 

Dalam masa transisi Pandemic Covid 19 ini, Banyak Kegiatan Ekonomi yang menurun tetapi ada juga yang justru naik, bagaimana tantangan dan peluangnya dalam perpajakan?

Himpunan Mahasiswa Akuntasi (HIMAKA) Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi (IBM Bekasi) mengadakan seminar nasional yang bertema, “Tantangan dan Peluang Perpajakan Di Masa Covid 19 dan Penandatanganan Mou Antara IBM Bekasi dengan IKPI”. Webinar ini diadakan pada Sabtu (26/2/2022) pukul 09.00 – selesai via zoom Meeting.

Tujuan diadakannya Seminar Nasional ini yaitu untuk meningkatkan dan mengembangkan wawasan para mahasiswa mengenai pentingnya pengetahuan peraturan perpajakan yang terus berkembang serta memberikan pandangan terbaru mengenai perpajakan yang terjadi pada masa covid 19.

Dekan Fakultas Ekonomi & Bisnis Memberikan Sambutan

 

Dalam Seminar nasional kali ini Dekan FEB Institut Bisinis Muhammadiyah Bekasi, Bapak Epen Supendi, S.IP. memberikan sambutan dan Bapak Rektor IBM Bekasi Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd hadir sebagai Keynote Speaker , juga Ketua Umum IKPI Pusat Bapak Dr. Ruston Tambunan, Ak., CA., S.H., M.Si., M.Int Tax., berkesempatan hadir menjadi Invite Speaker dalam seminar kali ini dan tentunya   narasumber yang kompeten dibidangnya yaitu Ibu Dr. Tutty Nuryati, S.E., M.Ak., BKP. Dimana acara seminar ini dipandu oleh moderator Ibu Yeniasari Rizkia Budi, M.M.S.I, selaku Ketua Program Studi Akuntansi, Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi, serta pembawa acara seminar oleh saudari Nur Amanah mahasiswa semester 6 Program Studi Akuntansi

Acara seminar dibuka oleh MC, lalu diikuti dengan pembacaan ayat suci Al Quran yang dibawakan oleh saudari Nur Azizah, mahasiswa semester 4 Program Studi Akuntansi selaku Qori, dan saudari Amalia Iqodriyati mahasiswa semester 6 Program Studi Akuntansi selaku Sari Tilawah yang membacakan QS Al Baqarah Ayat 261-263. Selanjutnya peserta menyimak lagu Indonesia Raya dan Mars Muhammadiyah dengan cara on camera.

Kegiatan ini merupakan kegiatan Seminar Nasional yang sekaligus diadakan penandatangan secara simbolis MoU antara Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi dengan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia. Dimana seminar ini di hadiri oleh rekan- rekan mahasiswa  dan masyarakat juga dari Jajaran Pengurus Sekretariat IKPI. Hal tersebut disampaikan oleh Dekan FEB Bapak Epen Supendi, S.IP dalam sambutannya sekaligus membuka acara seminar ini.

Sebelumnya, Ketua Pelaksana, Saudara Brilliant Listianto, mahasiswa semester 4 Program Studi Akuntansi, dalam sambutannya mengatakan bahwa seminar ini terbuka untuk umum dan semua kalangan. Hal ini terbukti dari jumlah peserta yang mencapai 120 peserta yang berasal dari mahasiswa Program Studi Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Islam, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Komunikasi, dan Teknik Informatika, Dosen, Kepala dan Staf Lembaga/Biro di lingkungan IBM Bekasi.  Selain itu di hadiri oleh Mahasiswa dan Dosen dari kampus ITB Ahmad Dahlan Jakarta , dan UNDIKNAS, STIE Cirebon, UNAIR Surabaya, UIN Sunan KAlijaga Yogyakarta, IAIN Salatiga, STIE Dharma Agung, Unversitas Al Muslim,  dan sebagainya.

Rektor IBM Bekasi Bapak Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd yang bertindak sebagai Keynote Speaker, yang pada menyampaikan bahwa tema Tantangan dan Peluang Perpajakan Di masa Covid 19 sangat relevan dengan situasi saat ini, pertama terkait keilmuan yang membahas Perpajakan yang menjadi sebuah disiplin keilmuan yang menginternasional. dan yang kedua terkait di Masa Covid 19 ini dimana semua orang dan semua institusi dipaksa untuk memakai ilmu teknologi informasi. Oleh karna itu pola perpajakan pada masa yang akan datang sebagai pondasi masyarakat yang dihimpun dari dana masyarakat untuk kemajuan pembangunan bangsa dan negara, “Maka Bangsa yang kokoh adalah bangsa yang masyarakatnya dan pengusahanya tertib melakukan pembayaran pajak” Ungkap Rektor IBM Dr. H. Jaenudin, S.Ag., M.Pd.

Rektor IBM Bekasi Sebagai Keynote Speaker

Dalam kesempatan ini juga Ketua Umum IKPI Bapak Dr. Ruston Tambunan, Ak., CA., S.H., M.Si., M.Int Tax. yang hadir sebagai Invite Speaker pada seminar nasional ini menyampaikan bahwa virus covid 19 yang terjadi di Indonesia membawa dampak jelas dan nyata serta konkret di masyarakat, seluruh kegiatan perekonomian terhambat dan penerimaan pajak tentunya jelas sangat terganggu. Sehingga pemerintah mengeluarkan kebijakan terhadap pajak yang sifatnya tidak membebankan masyarakat taat pajak. Dan pemerintah memberikan keringanan dan beberapa fasilitas bagi beberapa perusahaan contohnya dalam pembayaran deviden antar perusahaan, ungkap Bapak Dr. Ruston Tambunan, Ak., CA., S.H., M.Si., M.Int Tax.

Dr. Ruston Tambunan, Ak., CA., S.H., M.Si., M.Int Tax.Pada sesi penandatanganan secara simbolis yang di tampilkan pada layar zoom metting seminar, MoU Kerjasama yang sudah ditandatangani pada tanggal 15 Rajab 1443 H / 16 Februari 2022 antara Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi dan Ikatan Konsultan Pajak Indonesia yang berisi tentang PENDIDIKAN, PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, DAN PENINGKATAN KUALITAS SUMBER DAYA MANUSIA SERTA DUKUNGAN TERHADAP PROGRAM MERDEKA BELAJAR – KAMPUS MERDEKA (MBKM), diharapkan dalam kerjasama ini kedepannya dapat bersinergi dengan IKPI terkait dengan tentang pencerahan dalam perpajakan, juga pelaksanaan Catur Dharma bagi IBM Bekasi yang nanti dapat di sinergikan dengan IKPI. yang pada awal kali ini sudah terealisasi dalam seminar kali ini, seperti yang diungkapkan Dekan FEB Bapak Epen Supendi, S.IP. dalam penyampaian harapannya.

Bapak Dr. Ruston Tambunan, Ak., CA., S.H., M.Si., M.Int Tax menambahkan penyampaian harapannya pada kesempatan ini IKPI sangat mendukung dalam kerjasama MoU dengan IBM Bekasi, karena IKPI sudah bekerjasama dengan 30 perguruan tinggi, yang sesuai dengan tujuan organisasi, dan mengimplementasikan sebagai intermediris yang berada diantara masyarakat wajib pajak dan menjadi mitra dari otoritas pajak.

Memasuki pada sesi paparan yang di bawakan oleh Narasumber, Dr. Tutty Nuryati, S.E., M.Ak., BKP. menyampaikan tentang Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, yang pada kali ini dijelaskan oleh Ibu Dr. Tutty Nuryati, S.E., M.Ak., BKP secara lengkap undang-undang terbaru dan terupdate dari direktorat jendral pajak, mulai dari ketentuan umum dan tata cara perpajakan, Pajak Penghasilan, PPN, PPS, Pajak Karbon, dan Bea Cukai.

Dr Tutty Nuryati, S.E., M.Ak., BKP

Dalam seminar ini Ibu Dr Tutty Nuryati, S.E., M.Ak., BKP mengatakan banyak sekali dampak yang timbul pada masa Covid 19 dimana Aktivitas ekonomi dan sosial di berbagai negara turun drastis akibat adanya PSBB, Sekolah tempat ibadah dan tempat-tempat umum lain dan kegiatan usaha lainnya ditutup. Tidak ada perjalanan Bisnis dan terjadi beberapa krisis seperti krisis kesehatan krisis ekonomi krisis sosial, keuangan dan politik.

Selanjutnya, Dr Tutty menjelaskan Tantangan dan Peluang Perpajakan ini bisa dilihat dari UMKM, dimana dalam data BPS terjadi kenaikan belanja online sebesar 31%, hal ini berarti masyarakat memilih untuk belanja online. Tentunya UMKM yang dilakukan masyarakat tidak terbebani oleh pajak mengapa…?

Karena Pemerintah dalam hal ini mengeluarkan kebijakan kepada pelaku UMKM dan wajib pajak lainnya berupa Insentif Pajak, Apa itu insentif pajak..? insentif pajak adalah pengurangan, pengecilan, atau pembebasan dari kewajiban pajak yang di tawarkan pemerintah sebagai daya Tarik untuk terlibat dalam kegiatan tertentu atau untuk mengurangi beban wajib pajak dalam suatu kondisi tertentu.

Namun, apa saja insentif pajak yang di berikan untuk UMKM..? insentif pajak yang di berikan adalah  mendapat insentif pph final tarif 0,5% sesuai PP nomor 23 Tahun 2018 yang di tanggung pemerintah, diberikan kepada wajib pajak yang memiliki peredaran bruto setahun tidak lebih dari Rp. 4,5 Milliar. Ungkap Dr. Tutty

Dr  Tutty juga menyampaikan Tantangan dan Peluang Perpajakan pada profesi jasa Konsultan Pajak, dimana konsultan pajak adalah orang yang memberikan jasa konsultasi perpajakan kepada wajib pajak dalam rangka melaksanakan Hak dan Memenuhi Kewajiban perpajakannya sesuai Peraturan perundang-undangan perpajakan.  Karena pajak menjadi primadona bagi pemasukan negara, dan sebagai andalan utama bagi penerimaan APBN Indonesia. Dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi, diharapkan semakin banyak yang membayar wajib pajak, yang pada akhirnya akan semakin bertambahnya wajib pajak yang memerlukan jasa konsultan pajak. Dengan kondisi seperti ini lah mengapa menjado konsultan Pajak itu sangatlah terbuka lebar.

Dalam masa transisi pandemic Covid 19 ini tentunya banyak perekonomian yang mulai perlahan bangkit dan meningkatkan usahanya yang juga tak terlepas dari Pajak sebagai pendapatan negara yang di gunakan untuk mensejahterakan Rakyat seluruh bangsa, dalam hal ini tentunya kita harus mengetahui seberapa tantangan yang akan di hadapi dan seberapa pentingnya juga peluang perpajakan di masa transisi ini, dimana tentunya bisa dijadikan prospek bidang perpajakan ini oleh mahasiswa khususnya Mahasiswa Institut Bisnis Muhammadiyah sebagai profesi di masa yang akan datang.

Penulis : Yeniasari Rizkia Budi (Kepala Program Studi Akuntansi IBM Bekasi)
Editor   : M.R.S (TIK/IBM)

 

Comment (1)

  • נערות ליווי בתל אביב Reply

    I was pretty pleased to discover this great site. I need to to thank you for your time for this particularly fantastic read!! I definitely appreciated every part of it and I have you book marked to see new stuff on your blog.

    April 12, 2022 at 1:49 pm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *